Tanggal 6 bulan 6 kemarin, g menghabiskan waktu naik gunung sama orang2 kantor. Beberapa minggu sebelumnya salah satu leader divisi di kantor nawarin buat naik gunung. Gara2 g ikut naik sepeda ngelilingin satu danau, terus diajakin. Agak bingung sih awalnya, soalnya nama klub nya itu harusnya rikujoubu (陸上部), tapi ternyata naik sepeda (チャリンコ・サイクリング), maraton, sama naik gunung (登山). yah, karena ga ada kerjaan akhir minggu, coba2 ikut deh. pertama kali naik gunung seumur hidup. Walau g ga punya peralatan naik gunung, tapi ada leader divisi project g yang baik banget, dia juga dulu naik sepeda bareng. Dia minjemin tas naik gunung (ザック), sepatu gunung (登山靴), light spats, kappa atau jas hujan, sama rain cover tas segala. pokoknya komplit tinggal bawa d. hehehe….
Gunung yang bakal kita naikin itu namanya Yatsugatake (八ヶ岳) atau 8 gunung. yah, ga semua bakal dinaikin sih, tapi setidaknya ke salah satu puncaknya. Perjalanan dari Hamamatsu sampe titik awal naik gunung itu sktr 4 – 5 jam lewat Toumei kousoku douro (東名高速道路) atau Toumei Highway. Ga tau awalnya dari mana, tapi lagi ada diskon (割引) buat pengguna jalan, jadi biaya sampe tempat tujuan itu jadi cuma 1000yen. hehehe…lucky ~~
Before heading towards unknown territory.

Setelah berjalan sktr 1.5 jam dari titik awal, kita sampai di tmpt nginap buat malam itu. Di Yatsugatake atau di gunung2 di Jepang, sepertinya pasti ada gubug gitu, well….you can’t say gubug…. Dalam bahasa Jepang nya sih yamagoya (山小屋), dan tempat yang bakal g diemin itu namanya ohren goya (オーレン小屋). Sampai sekarang kadang g masih bingung harus nulis dobel o dalam bahasa latin itu dengan ‘oh’ atau ‘oo’ atau ‘o-’. Well. it’s not a ‘gubug’ for sure.

Cukup lebar kan? Ini cuma satu sisi doank. Di ruangan yang ada karpetnya itu tempat g tidur. Pake futon saudara2! Pake FUTON! dan tidak hanya 1 lapis, shikibuton (敷き布団) nya 3 lapis, dan kakebuton (掛け布団) nya 2 lapis. mantap kan. Buang jauh2 bayangan gubug tua kumuh, tempat dulu HILET bagi mereka anak2 HIMTI yang berniat jadi aktivis.

They even got ofuro! But you can’t use soap, detergent, shampoo or that kind. Green ! People. Save the Earth…kalo kata National Geographic. Yep, salah satu manner di gunung sini adalah tidak boleh memakai sabun, shampoo, atau bahan2 untuk mencuci lainnya. tapi hal yang bikin bingung, kenapa boleh gosok gigi?

Ini jalan setapak yang digunakan buat mendaki ke atas. Yep, masih ada es tertinggal disana. Salju atau es….errrr….lebih mirip es serut ketimbang salju buat g.

Yuki daruma (雪だるま) got himself a decent dolphin. Created by my leader.

Yep, malamnya ada matsuri disni. chou raki- ~~. Jadi di minggu pertama bulan 6, itu sepertinya ada perayaan awal musim naik gunung. jadi di ohren goya ini diadain perayaan makan2 buat tamu2 nya. hehehehe….

All for 8500yen a night. expensive? perhaps. but i prefer this as cheap. Having sushi, deer’s meet, koi fish, leaf tempura and pineapple is something that i could refer as grande. hohohhoho

Menurut kata2 pendaki disini, rata pendaki gunung di jepang itu berusia 60 tahun keatas. Indonesia? hehehe.. mereka bawa carrier sendiri, bahkan ada yang bawa tripod segala. padahal g aja ga bawa waktu itu. Mereka katanya sih udah pensiun, jadi ga ada kerjaan. Denger2 mereka bulan 7 mau ke nepal buat nepal sai (ネパル祭).

The next day, just before the peak.

View from the peak. It was really2 nice. 2760m above sea level guys.

Ohren goya from above. so small….

Lupa nama puncaknya apa, tapi heboh banget liat pemandangan dari sini. hehehhe

Ini anjing ngikut majikannya naik sampe puncak. tapi g baru sempet foto bener2 pas dibawah. diatas cuma dikasih pantat doank soale.

Dapet sesuatu yang g lupa namanya dari nenek2 baik hati. Nenek2 ini ternyata selidik punya selidik pernah ke Kinibalu, terus karena dia ngasih snack ini, g kasih tau deh, kalo mau naik, ke Jayawijaya aja, ada salju abadi. Dia dengan semangat berusaha menghafalkan namanya gara2 kagak ada notebook disitu. Untungnya kakek2 temennya itu tahu jayawijaya itu ada di papua. Beberapa hari kemudian g baru tau kalo mau ke Jayawijaya harus bayar sktr 90 juta rupiah ke Freeport, dan kalo mau lewat jalan lain, ada sih ada, tapi tidak dijamin kembali dengan selamat. Ini pengakuan temen g yang udah pengalaman mendaki. Kalo nenek2 jepang ilang di papua, gimana ya….

Well, last but not least, view from the peak.
Buat foto2 lainnya bisa dilihat di picasa g.
Belum semua g upload dan ga semua bakal g upload, secara g juga rada males buat edit pake kamar terang atau sotosop. Btw, rencana ke fuji-san (bukan fuji yama ya saudara2. gunung fuji itu bahasa jepangnya fuji san, dan bukan fuji yama) gimana? Natsu yasumi tahun ini mau naik?