Posted by: idJoe™ | February 26, 2009

Les Trois Mousquetaires: L’histoire d’une lutte pour la vie.

Hm… judul di atas tampak membingungkan ya? Mungkin ada yang bertanya-tanya, “Koq tiba-tiba ada postingan berbahasa Perancis di Sukashibe?”, “Ada orang Prancis nyasar ke Sukashibe dan nulis blog.”, atau “Apaan sih… gua kagak ngerti”, dan lain sebagainya. Ada yang mungkin berpikir, “Wah, idJoe lagi-lagi bikin ulah neh…”, atau “Wah, idJoe pamer neh… mentang-mentang ngerti bahasa Perancis”, dan lain sebagainya…..

Sebenarnya, semua pernyataan di atas bisa jadi benar adanya kalau ga ada yang tukang cari informasi dan pemulung informasi di dunia maya yang biasa kita sebut Mas Google. Berkat dia, judul di atas bisa tercipta dengan baik dan benar. Jadi, artinya apa? Singkat kata singkat cerita, artinya adalah

“The Three Musketeers: The story about a fight for life”.

Alkisah di negeri Akar Matahari terdapatlah tiga orang pejuang yang dikenal dengan nama Three Musketeers. Mereka memiliki nama julukan yang sangat garang: Athos, Protos, dan Aramis. Bersama mereka ada seorang  apprentice bernama D’Artagnan.  Nama asli mereka ialah (mohon jangan disebarluaskan demi kelangsungan hidup redaksi, red) Green Master, Red Dragon, dan Little Shun. Sedangkan D’Artagnan memiliki nama asli Choi Debu Oyaji.

Mula-mula kisah ini menceritakan empat tokoh utama. Akan tetapi, tidak lama setelah cerita dimulai, sang apprentice – Choi Debu – memilih untuk melakukan perjalanan ke barat (西行き atau さいゆき, saiyuki) bersama biksu Tong Sam Cong untuk mencari Kitab Tata Cara Penanaman Pohon Uang. Kini, tinggallah The Three Musketeers yang harus melanjutkan perjuangan mereka di negeri timur ini.

Pejuang pertama, Green Master, melakukan perjalanan ke arah utara untuk menaklukkan tuan tanah dari Tengah Desa, seorang pecinta musik klasik tipe crescendo yang menduduki wilayah Sungai Deras(荒川). sedangkan Red Dragon menyerang wilayah yang disebut Pintu Harimau. Tuan tanah di Pintu Harimau dulunya adalah seorang petani yang mengerjakan sawah, dan seorang yang cukup gemuk, karena itu ia menamakan dirinya Sawah Gemuk. Ia seorang yang suka segala sesuatunya bergerak dengan cepat, dan salah satu kata favoritnya ialah “Be Quick!!!”. Lain pejuang, lain pula gaya perangnya. Little Shun belum menetapkan pikiran akan menyerang ke daerah mana. Yang ia lakukan hingga saat ini ialah menyerang membabi buta ke segala arah. (Intermezzo: Mengapa harus babi buta? kenapa bukan binatang lain? itu tandanya, dahulu kala babi adalah binatang yang akrab dengan nenek moyang orang melayu, termasuk yg tinggal di Indo. ^_^)

Setelah perjuangan yang cukup melelahkan, apalagi diiringi dengan sakit perut yang mendesak sebelum peperangan dimulai (dan harus ke toilet dulu – kisah nyata, red), akhirnya Green Master bisa menaklukan sang pecinta musik crescendo. Meskipun demikian, tuan tanah dari Tengah Desa tidak langsung tunduk sepenuhnya. Green Master masih harus berjuang selama empat masa lagi untuk memperoleh kekuasaan penuh atas tambang emas milik Tengah Desa. Perjuangan masih terus berlanjut, dan Green Master masih harus berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh pengakuan kedaulatan yang ia dambakan selama ini.

Setelah melihat keberhasilan Green Master, tergeraklah semangat Red Dragon untuk segera menaklukkan wilayah Pintu Harimau. Dengan taktik yang penuh muslihat, dan persenjataan yang cukup lengkap, pergilah ia seorang diri menantang Sawah Gemuk. Untuk menaklukkan wilayah ini diperlukan dua kali serangan bertubi-tubi dengan siasat yang lihai. Akhirnya, Red Dragon berhasil menaklukkan wilayah tersebut, dan kini sedang menunggu proses pindah-tangan tambang emas milik Sawah Gemuk.

Suara riuh rendah sorak sorai terdengar dari berbagai wilayah, bahkan dari wilayah Sungai Naga Surga nun jauh di sana memuji hasil perjuangan dua tokoh kita. Namun, perjuangan untuk hidup dari The Three Musketeers belum berakhir. Aramis, atau dengan nama asli Little Shun, masih harus memusatkan kekuatannya ke suatu wilayah yang belum ditaklukkan. Sampai kapan perjuangan Little Shun harus berlanjut? Haruskah ia tercabut dari kisah di negeri Akar Matahari? Tidak ada yang menginginkan hal itu, karena jika itu terjadi, berakhirlah kisah The Three Musketeers. Ayo, berjuanglah Little Shun!! Kami semua mendukungmu dalam Doa dan Tangis!  (σ_o)

Bagaimanakah kelanjutan kisah ini? Nantikanlah di episode selanjutnya mengenai perjuangan tiga tokoh kita: The Three Musketeers.

(このドラマはフィクションではありません)


Responses

  1. Ini si joe mau saingan sama Kho Ping Ho? ahahahhaha

  2. ayo cerita lagi.. soal nasib little shun yg hari ini bertambah umurnya ^_~

  3. Wah Yo mana lanjutannya nih? sapa tahu dilirik Ram Punjabi terus bisa difelemin ini skenario ahahahhaha

  4. Pengarangnya lagi siboek, tiap hari harus berhadapan dengan Phoebe, yang berukuran XL, dan lagi harus memikirkan cara Access yang tepat menu CSV…..

    Bingung kan? Aku juga bingung tadi ngomong apa… hehehe. Nantikan di hari senin cerita baru mengenai Trio Kwek-kwek.

    Mwahahahahaha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: