Posted by: iwanbudi | February 18, 2010

Museum Orgel Di Hamamatsu

Hari Sabtu kemarin, mr Idjoe(salah satu anggota blogger Sukashibe yang berkedudukan di Saitama Perfecture) datang ke Hamamatsu!

Meskipun sudah musim semi katanya, tapi masih dingin menusuk di sini >.<, ditambah lagi hujan!!!!! Dohhhh…. lemes banget rasanya. Untung waktu Mr. Idjoe dateng cuaca cerah jadi kita bisa ke Museum Orgel Di Hamamatsu.

Ini pemandangan sewaktu turun dari terminal.

Btw, lokasi museum orgel ini dekat sekali dengan Kanzanji (lihat artikel Kanzanji Onsen ini). Jadi setelah puas lihat2 pemandangan, bisa berkubang di air hangat😛

Ini kompas dari jaman kapan ya…..🙂

Oh ya kita juga bareng sama Mr Adi(yang pasang tanda peace tuh) ^_____^ v

Lihat bangunan kecil di pinggir daratan itu? Itulah museum orgel!!! Kita harus naik mobil (jalan memintasi danau Hamana) atau bisa naik ropeway. untuk kali ini, kita naik Ropeway!!!

Ini dia, di dalam ropewaynya. Btw tiketnya cukup mahal ( ropeway pulang pergi + tiket museum = 1400 Yen).

Inilah pemandangan dari dalam Ropeway

itu tuh ada bayangan ropeway nya ohohohho, sudah mau sampai ^^

Sayang sekali, gak bisa kasih lihat ruangan dalamnya karena cukup ramai, tapi jangan khawatir, kita perlihatkan orgel2 yang cukup menarik.

Inilah orgel jaman dahulu, jadi untuk menyimpan (data) lagu, mereka memakai piringan yang dibolongin kaya gambar di atas.

Nih nama pembuatnya.

Ini nih yang maut saudara-saudari sekalian!!! Seperti yang terlihat di atas, hanya sebuah piano, namun piano ini sudah bisa merekam lagu secara otomatis.

jadi kalo misalnya saya main lagu di sini, lagu dapat dimainkan lagi sama persis seperti yang saya mainkan (termasuk salahnya) ehehehehhe.

Yang menakjubkan, harga dari piano ini sama dengan harga sebuah mansion!!!! Jadi jaman dulu, hanya bangsawan yang kaya yang dapat menikmati fasilitas ini >.<

Selanjutnya adalah ini!!!!

Tenang saudara2, ini masih berada di museum orgel kok, bukan pasar burung.

Burung ini termasuk orgel, kenapa? karena ini sebenarnya burung yang diawetkan!

Saya masih ingat, dulu orang berlomba2 untuk melihara burung demi mendengar suaranya. Kalau burungnya jual mahal ya gak bakal cicit cuit, kalo burungnya moodnya bagus ya cicit cuit terus.

Dengan ini, kapanpun kita mau kita bisa mendapatkan suara burung tersebut. Memang agak kejam sih rasanya >.<

Ini Nightingale…..

Yang ini adalah…… canary kalau gak salah. Saya kira burung gereja pertama2 ehehehehhe.

Btw yang merah ini jenisnya gak diketahui >.< ehehehehe

yahhhh tapi burung 3 ekor ini bisa membuat paduan suara yang bagusss banget🙂

Oh ya di sini terdapat orgel yang ada penarinya juga. Tapi syaratnya harus dimasukin coin dulu ehehehehhe.

Ini nih yang menarik, ternyata di jaman dahulu carousel itu tidak selalu identik dengan kuda. Pada orgel yang satu ini terdapat carousel dengan kendaraan Pig🙂

Yang kuda juga ada sih…. kenapa yang cowok naik kuda dan yang cewek naik babi ya???

Oh ya, satu hal yang menarik saudara2. Orgel itu tidak bisa dipisahkan dengan kotak kayunya!!!! meskipun orgel kecil nih, ternyata kalau disimpan di kotak kayunya, suaranya cukup kenceng juga!!

Prinsipnya hampir sama dengan gitar sih, prinsip resonansi suara🙂

Mau yang seperti ini juga bisa dilihat di sini😉

Ini dia tempat pertunjukan orgel2. Yang ditengah itu juga orgel saudara2 (yang warna putih). suara orgelnya bisa terdengar sampai 2km walaupun tanpa speaker!!!! Waktu diperdengarkan sampe jantungan >.<

Di atas museum juga terdapat lonceng2 yang unik. Suaranya cukup bagus juga🙂

Itu dia ropeway yang kita pake tadi ehehehehe…..

Orang-orang di daerah sini ternyata tidak seperti orang yang tinggal di Tokyo yang suka dengan keramaian.

Orang di hamamatsu lebih suka tinggal di daerah danau, gunung, atau sawah eheheheh . Waktu saya tanya alasannya kenapa…. mereka lebih merasa tenang dan tepatnya bisa beraktivitas dengan pace mereka sendiri  dibandingkan jika mereka tinggal di daerah ramai seperti Tokyo.

Memang sih, setelah dipikir….. Sewaktu dulu saya di Semarang, saya sering mengidolakan Jakarta, namun tidak sadar kalau dengan saya tinggal di Jakarta, saya akan kehilangan beberapa hal yang saya suka di Semarang.

Ok dah, sudah saatnya angkat kaki dari museum orgel🙂

Ok, dah dengan ini saya tutup acara jalan2 ke museum orgelnya. Sampai jumpa di acara jalan-jalan berikutnya ^^


Responses

  1. untuk foto2 pelengkap cerita iwan, silakan lihat foto di http://picasaweb.google.com/yohanes.hg/Hamamatsu#

  2. yo, kl disini gambar ke 4 dari bawah🙂
    mirip danau toba hehe

    tp kl liat bersih nya sih, udah pasti bukan indonesia :))

    disana enak yah suasananya…. tenang damai….
    makasih ya foto nya teman2😀

    ngeliat nya jd bikin damai di hati pula ^^

  3. btw, itu Ropeway, brapa jauh ya?
    kyk nyebrangin lautan… goyang2 ga sih… serem ga…??
    1 ropeway itu brapa org?
    haha pertanyaan semua, bukan nya comment :))
    libur 2 hari an githu, kemana aja?
    ber 4 yah, ama idjoe & remon?

    hiks, coba di jakarta ada tempat adem kyk gini, pasti jadi langganan dech g hihihi ^^

    • 1 Ropeway bisa muat 8-10 orang kemarin. Gak begitu jauh kok, kira2 4 menit nyampe kok.
      Gak gitu goyang2 sih tapi ya tetep saja goyang wekekekekke.
      Di dalam ada orang yang mandu sekaligus jagain kok, tenang aja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: